Marine Inside

Beranda » Uncategorized » 10 Kesalahan yang harus dihindari oleh Pelaut Ketika Bekerja di atas Kapal

10 Kesalahan yang harus dihindari oleh Pelaut Ketika Bekerja di atas Kapal

Tidak ada pelaut yang dilahirkan sempurna. Setiap pelaut harus belajar berbagai macam pengetahuan dan keterampilan untuk bekerja dengan baik. Dalam situasi kerja yang sulit, pelaut harus mengetahui hal-hal yang tidak bolah dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah dalam pekerjaan. Tekanan atau beban kerja yang luar biasa memang dapat menyebabkan terjadinya kesalahan. Lalu bagaimana seorang pelaut harus bertindak untuk menghindari masalah? Berikut ini adalah hal-hal penting yang mendasar yang harus diketahui oleh pelaut ketika bekerja di atas kapal

Jangan pernah mengikuti perintah yang melanggar hukum

Apakah Anda seorang Rating, perwira atau manajer yang mengontrol operasi kapal, selalu ada atasan yang memerintah anda.

Untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan, pastikan anda memahami semua peraturan penting di laut mencakup SOLAS, MARPOL, COLREG, ISPS, STCW, dll.

Jangan mematuhi perintah yang melanggar peraturan karena dapat mengakibatkan anda masuk penjara dan merusak karir anda. Jika anda berpikir bahwa perintah yang diberikan dapat membahayakan kapal atau kru kapal, klarifikasi kembali perintah tersebut dengan perwira senior atau atasan anda sebelum dilaksanakan.

Kejadian nyata : telah terjadi beberapa kejadian kru membuang limbah atau sampah ke laut karena diperintah oleh atasan. Hal ini dapat menyebabkan baik anda maupun atasan anda dibawa ke pengadilan.

Jangan pernah menyembunyikan masalah atau kesalahan

Setiap orang dapat melakukan kesalahan, dan biasanya dapat dimaafkan apabila tidak terjadi berulang-ulang kali. Hal ini berlaku juga pada pekerjaan pelaut di atas kapal. Jika anda melakukan kesalahan atau menemukan kesalahan, apapun bentuknya, jangan disembunyikan. Laporlah pada atasan anda sehingga dapat dicarikan penyelesaian sesegera mungkin. Menyembunyikan kesalahan dapat menyebabkan masalah yang semakin besar atau kondisi darurat di kemudian hari.

Kejadian nyata : masinis jaga mengabaikan kebocoran kecil pada pipa karena jam jaganya sudah hampir habis. Motorman yang melanjutkan jaga mengalami cidera karena cipratan minyak panas dari pipa bocor tersebut. Selain itu, mesin kapal harus dimatikan sampai pipa tersebut selesai diperbaiki.

Mengisi atau membuat laporan dengan benar

Pada industry maritime saat ini, dokumentasi telah menjadi pusat perhatian bagi semua operator kapal, yang dapat membantu mengawasi setiap kondisi dan operasi kapal. Catatan atau laporan yang dibuat dapat digunakan sebagai bukti bahwa operasi kapal telah memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu juga dapat membantu mencegah masalah di masa datang (menggunakan dokumen sebagai referensi) dan paling penting, dapat pula digunakan sebagai survey klaim asuransi jika terjadi kerusakan atau kecelakaan. Pastikan bahwa semua isian yang anda tulis dalam dokumen atau laporan (misalnya Log Book) adalah benar untuk menghindari masalah jangka panjang.

Kejadian nyata : banyak perwira yang memasukkan data yang salah bahkan memanipulasi data dalam log book, yang digunakan sebagai referensi utama pada operasi kapal. Hal ini mengakibatkan kecelakaan fatal di masa lampau. Selain itu, data yang salah dapat menyebabkan kesalahan interpretasi atau pembatalan asuransi apabila terjadi kerusakan pada kapal.

Jangan abaikan alarm. Setiap alarm merupakan pertanda bahwa ada yang salah

Jenis-jenis alarm yang berbeda (visual dan pendengaran) dipasang di kapal untuk memperingatkan kru jika terjadi kondisi darurat, sehingga dapat segera dilakukan tindakan penanggulangan. Tidak peduli apakah alarm itu asli atau hanya diperuntukkan untuk latihan, setiap kru harus menganggap alarm secara serius dan segera bertindak ketika mendengarnya. Jangan membuang waktu untuk berpikir apakah alarm yang anda dengar adalah sungguhan atau hanya latihan. Kadang-kadang, mengabaikan beberapa detik alarm dapat menyebabkan konsekuensi yang besar.

Kejadian nyata : suatu ketika sebuah kapal melewati Samudera Hindia yang dianggap aman dari serangan bajak laut. Tiba-tiba terdengar suara alarm. Beberapa kru menganggapnya sebagai sekedar latihan atau kesalahan pada sistem alarm. Mereka tidak melakukan apa-apa dan melanjutkan pekerjaan mereka. Rupanya kapal diserang betulan oleh bajak laut dan beberapa kru disandera.

Jangan biarkan orang lain memasuki kabin anda.

Kabin adalah ruangan pribadi anda dan anda bertanggungjawab terhadap semua benda yang terdapat di dalamnya. Jangan biarkan orang lain (baik kru kapal maupun orang lain) untuk memasuki kabin tanpa ijin atau pengawasan anda.

Petugas bea cukai dari berbagai Negara memiliki aturan yang berbeda-beda terkait benda yang boleh dibawa memasuki Negara meraka. Jika tertangkap membawa benda yang dilarang, kapal dapat dicekal dan anda dapat ditahan.

Kejadian nyata : seorang Oiler menyimpan CD Film dewasa dalam kabin AB tanpa sepengetahuannya. Hal ini dilakukan untuk menyembunyikan CD tersebut dari razia petugas di suatu negara. Petugas mengecek semua kabin dengan teliti dan menahan baik Oiler maupun AB karena kepemilikan benda tersebut.

Jangan menjadi “Pengantar Bingkisan”

Ketika join ke kapal atau sign off setelah menyelesaikan kontrak, anda mungkin merasa senang sehingga ingin membantu teman anda. Terkadang anda diminta untuk membawakan bingkisan atau titipan kepada keluarga teman atau sebaliknya. Jangan pernah membawa barang titipan tanpa memeriksa isi titipan tersebut dan mengetahui peraturan cukai di negara yang anda tuju.

Perusahaan dan agen hanya akan bertanggungjawab sampai anda memasuki bandara, setelah itu, semuanya adalah tanggungjawab anda. Oleh sebab itu, hindari masalah bagi diri anda dan perusahaan.

Kejadian nyata : seorang pelaut ditahan di Bandara Singapura karena membawa minuman keras berlebihan dalam bingkisan yang dititipkan temannya. Dia terkena denda dan ketinggalan pesawat karena masalah tersebut.

Jangan pernah terlibat dalam perkelahian – tenanglah

Di atas kapal, orang-orang yang berasal dari berbagai wilayah atau Negara yang berbeda bekerja bersama-sama. Perbedaan kebiasaan dan karakter terkadang dapat menyebabkan konflik. Jangan pernah membuat suatu masalah menjadi lebih besar dengan perkelahian. Perilaku tersebut akan menyebabkan penghentian kontrak atau hukuman penjara yang dapat merusak karir laut anda. Penting untuk selalu tenang dan cool ketika bekerja di atas kapal, karena cidera kecil di atas kapal dapat menjadi berbahaya karena ketiadaan bantuan medis yang memadai.

Kejadian nyata : seorang kru kapal diskorsing dan dikenai denda oleh suatu Negara karena terlibat dalam perkelahian dengan perwira senior di pelabuhan. Ketika menghadapi masalah, kru tersebut tidak melaporkan ke kantor, malah memilih menyelesaikan masalah tersebut sendiri yang akibatnya berujung pada perkelahian.

Jangan mabuk saat mengemudi – termasuk mengemudikan kapal

Aturan dasar di darat juga berlaku di kapal. Entah anda bekerja di kamar mesin atau jaga di anjungan, jangan pernah bekerja dibawah pengaruh alcohol.

Jika anda baru saja minum alcohol atau mendapati bahwa kru yang menggantikan tugas jaga anda dalam kondisi mabuk, jangan melaksanakan tugas jaga atau membiarkan kru tersebut jaga. Pastikan bahwa anda mematuhi peraturan terkait minuman keras dan obat-obatan dari perusahaan anda. Pelanggaran peraturan ini merupakan pelanggaran serius yang dapat menyebabkan skorsing selama 2 tahun dari pekerjaan anda. Bekerja dalam pengaruh alcohol dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Kejadian nyata : di bawah pengaruh alcohol, nahkoda kapal curah MV Kathrina melakukan kesalahan dalam menilai haluan dan menyebabkan kapal kandas di Goodwin Sands di Selat Dover. Nahkoda tersebut dituntut 1 tahun penjara.

Tepat waktu, jangan terlambat

Kapal merupakan satu-satunya tempat yang aman bagi anda. Kapal adalah rumah sementara anda ketika anda berlayar di wilayah internasional. Jika anda pesiar, pastikan bahwa anda mengetahui waktu batas pesiar dan kembali tepat waktu agar tidak ketinggalan kapal dan menjadi beban bagi perusahaan.

Kejadian nyata : sudah jadi kebiasaan untuk memanipulasi waktu berangkat kapal dengan jadwal memuat kargo dan tidak kembali tepat waktu. Telah dilaporkan beberapa kejadian pelaut yang ketinggalan kapal atau membuat kapal terlambat yang menyebabkan kerugian financial bagi perusahaan.

Kapal bukanlah milik pribadi anda

Ketika sign off dari kapal, banyak pelaut yang membawa pulang barang-barang di kapal (seperti computer, printer, alat tulis, dll) bersama barang bawaan mereka. Perilaku tersebut sangat tidak etis karena kru yang akan menggantikan anda membutuhkan barang-barang tersebut untuk bekerja sehari-hari.

Menjual sparepart kapal, atau bahan bakar seringkali juga dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Hal tersebut dapat menyebabkan skorsing dalam pekerjaan anda, dengan tambahan denda dan hukuman karena dianggap sebagai tindakan pencurian.

Kejadian nyata : KKM ditahan di penjara karena menjual bahan bakar kapal dan mendapatkan uang secara illegal untuk keuntungan pribadi. Perusahaan mengusut tuntas kejadian ini dan menuntut kru nya sendiri untuk mencegah munculnya kru-kru nakal lainnya dan mencegah kejadian yang sama terulang kembali.

Menjadi seorang pelaut professional berarti anda harus dapat mempertahankan reputasi anda dengan sikap dan perilaku yang baik. Pastikan anda mengikuti petunjuk yang dijelaskan di atas untuk menghindari masalah selama anda bekerja di atas kapal.

Source : Marine Insight – LIS


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: