Marine Inside

Beranda » Uncategorized » Siput Kulangali

Siput Kulangali

Sambil menonton berita arus balik tahun 2014, kembali saya mencoba untuk menuangkan ide yang masih tersimpan dikepala untuk menjadi sebuah tulisan. Pada kesempatan ini saya akan mengulas tentang Kulangali.

Sesuai dengan kesepakatan tak tertulis yang telah saya buat bersama dengan istri bahwasannya untuk tempat mudik lebaran harus digilir setiap tahunnya karena kebetulan saya dan istri berasal dari suku yang berbeda, orangtua saya sendiri berasal dari pesisir barat Lampung sedang orangtua istri (mertua saya) ibu mertua berasal dari Cirebon sedangkan bapak mertua berasal dari Ciamis Jawa barat. Hal itulah yang mendasari saya dengan istri untuk membuat kepakatan tempat mudik harus di gilir setiap tahunnya.

Pada tahun 2014 ini kebetulan giliran kami untuk pulang mudik ke kampung halamanku di Pesisir Barat Lampung, dikampung halaman kami melakukan banyak kegiatan mulai dari berwisata ke laut dengan pantainya yang indah, sampai dengan ke hulu sungai untuk merasakan dingin dan segarnya air pegunungan. Disamping itu juga melepas kangen dan mengenang masa lalu dengan bertemu dengan teman-teman semasa kecil dulu. Pada satu kesempatan saya mengajak keluargaku untuk pergi ke hulu sebuah sungai yang bernama sungai Muara Tenumbang, awalnya kami berniat untuk mandi di sungai tersebut karena memang airnya sangat jernih sekali. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya kami tiba di tempat yang di tuju namun sangat sayang sekali baru saja memasuki daerah hulu sungai kami di beritahu bahwa sungainya sedang banjir dan airnya berwarna keruh akan tetapi agar tidak penasaran kami memutuskan untuk melihat secara langsung dan betul saja sungainya sedang banjir dan berwarna butek. Khawatir akan keselamatan, kami memutuskan untuk bermain-main saja di pinggir sungai sambil mencari batu-batu yang bagus di pinggiran sungai.

Di sinilah cerita tentang KulangAli di mulai, sambil mencari-cari batu yang berada di pinggir sungai Muara Tenumbang saya teringat cerita teman-temanku mengapa air di Muara sungai Muara Tenumbang yang berbatasan dengan laut tetap terasa tawar dan tidak asin, hal itu disebabkan karena di hulu sungai tersebut hidup sebuah spesies siput yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama KULANGALI . Kulangali ini menurut sepengetahuan saya hanya ada di sungai Muara Tenumbang dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Menurut informasi dari masyarakat Tenumbang untuk menuju ketempat hidupnya Kulangali harus di tempuh selama 8 jam perjalanan melewati hutan dan menyeberangi sungai.

Saya termasuk beruntung karena pada hari kedua Lebaran saya bertemu dengan saudara saya yang bernama Arie, dia mengatakan dengan saya bahwasanya ada seorang teman yang memiliki beberapa biji fosil Kulangali dan dia bersedia untuk berbagi dengan kami berdua. Setelah berunding kami berdua setuju untuk menemuinya pada dua Syawal malam. Akhirnya pada malam harinya setelah sholat maghrib kami langsung menuju ke kediaman teman yang dituju karena memang sudah janjian sebelumnya. Setelah ngobrol ngalor ngidul akhirnya berdua mengutarakan maksud kedatangan kami untuk meminta fosil Kulangali yang dimilikinya. Alhamdulilah sekali dia bersedia memberikan kami 4 buah fosil Kulangali dan akan saya bawa ke Jakarta untuk di jadikan batu cincin.

Penampakan KulangAli yang masih Bahan

20140802-075700-28620573.jpg

20140802-075659-28619605.jpg


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: