Marine Inside

Beranda » Uncategorized » Pengamatan Menggunakan Mata dan Telinga untuk Rating Forming

Pengamatan Menggunakan Mata dan Telinga untuk Rating Forming

Setelah sekian lama tidak menulis, hari ini mencoba melanjutkan curahan pemikiran tentang Dinas Jaga Rating. Dengan adanya amandement terhadap STCW 95 menjadi STCW 2010 Manila, Diklat pelaut dasar yang dahulunya masuk dalam Certificate of Competency (COC) menjadi Certifikat of Proficiency (COP) terdapat satu mata pelajaran tentang pengamatan keliling dengan menggunakan mata dan telinga. Pada kesempatan ini saya mencoba membuat modul untuk mata pelajaran tersebut.

PENGAMATAN KELILING

Indikator keberhasilan :

Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat mampu menjelaskan cara mengadakan pengamatan keliling yang baik

  1. Pengertian Pengamatan Keliling

    Pengamatan keliling adalah pengamatan yang dilakukan dengan visual maupun menggunakan seluruh peralatan yang ada sehingga secara dini dapat mendeteksi adanya bahaya tubrukan maupun bahaya–bahaya lain yang mungkin terjadi. Didalam Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL) 1972 pada aturan 5 yaitu tentang pengamatan, dikatakan bahwa “setiap kapal harus selalu menyelenggarakan pengamatan yang layak baik dengan penglihatan dan pendengaran maupun dengan semua sarana yang tersedia sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada untuk dapat membuat penilaian yang lengkap tentang situasi dan bahaya tubrukan”. Hal-hal yang harus dilakukan pada saat mengadakan pengamatan adalah:

    1. Menjaga kewaspadaan secara terus-menerus dengan penglihatan maupun dengan pendengaran dan juga dengan alat-alat yang lain.

    2. Memperhatikan sepenuhnya situasi dan resiko tubrukan, kandas dan bahaya navigasi.

    3. Petugas pengamat harus melaksanakan dengan baik atas tugasnya dan tidak boleh diberikan tugas lain karena dapat mengganggu pelaksanaan pengamatan.

    4. Tugas pengamat dan pemegang kemudi harus terpisah dan tugas kemudi tidak boleh merangkap atau dianggap merangkap tugas pengamatan, kecuali di kapal-kapal kecil dimana pandangan ke segala arah tidak terhalang dari tempat kemudi.

      1. Jika dipandang perlu personel yang melaksanakan tugas jaga ditambah sesuai dengan kondisi yang ada.

      2. Jika kapal menggunakan kemudi otomatis diharapkan selalu mengadakan pengecekan terhadap haluan kapal dalam jangka waktu tertentu.

      Kondisi-kondisi khusus yang harus mendapat prioritas untuk dilaksanakannya pengamatan keliling yang lebih intensif adalah :

      1. Berlayar di daerah yang padat lalu lintas kapalnya.

      2. Berlayar di daerah dekat pantai.

      3. Berlayar di dalam atau di dekat bagan pemisah dan di dalam alur pelayaran sempit.

      4. Berlayar di daerah tampak terbatas.

      5. Berlayar di daerah yang mempunyai banyak bahaya navigasi.

      6. Berlayar pada malam hari

  2. Orang Yang Melakukan Pengamatan

    Pada setiap kapal kecuali kapal yang sangat kecil, pelaut harus melakukan dinas jaga dari senja hingga fajar dan terkadang dilakukan secara sehari penuh, terutama pada saat penglihatan terbatas. Pedoman dalam melaksanakan pengamatan diatur dalam peraturan II / 1, Bab 11 pada STCW (Standards of Training Certification and Watchkeeping for Seafarers ), 1978. Regulasi II / I STCW mengatur tentang persyaratan minimum untuk sertifikat “OOW” untuk kapal yang memiliki GT 500 atau lebih, yaitu :

    1. Berumur tidak kurang dari 18 tahun.

    2. Mempunyai approved sea going service tidak kurang dari 1 tahun yang merupakan bagian dari system pendidikan yang di buktikan dengan training record book, di mana 6 bulan berdinas jaga di anjungan.

    3. Telah lulus pendidikan sesuai standar STCW Code A II / I

  3. Peralatan Pengamatan Keliling

    Peralatan-peralatan yang biasa digunakan pada saat mengadakan pengamatan keliling diantaranya adalah sebagai berikut :

Binocular/Teropong

Alat ini biasa digunakan untuk mengamati benda-benda yang letaknya jauh dan nampak kecil serta kurang jelas terlihat.

Kompas magnit

Kompas magnit biasanya diatas kapal digunakan untuk menunjukkan arah atau menentukan haluan.

Alat baring (azimuth circle)

Alat ini digunakan untuk membaring suatu benda, dari hasil baringan itu akan didapatkan posisi kapal.

Radar

Radar adalah sebuah alat yang digunakan untuk mendeteksi benda-benda yang berada disekitar kapal dan sekaligus menentukan jaraknya. Radar harus selalu digunakan dengan tujuan untuk keselamatan navigasi terutama pada saat berlayar di daerah perairan dangkal dan daerah yang jarang dilalui terutama pada malam hari.

Radio VHF, MF, HF

Digunakan untuk berkomunikasi baik antara kapal dengan kapal lain maupun antara kapal dengan pihak darat.

Weather facsimile

Alat ini gunanya untuk menerima berita cuaca dari stasion yang memancarkan berita cuaca.

Navtex

Alat ini berguna untuk menerima berita keselamatan yang dipancarkan oleh stasion radio pantai.

Barometer

Alat ini digunakan untuk mengukur nilai tekanan udara di suatu tempat

DLL

Masih banyak lagi peralatan navigasi baik konvensional maupun elektonik yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam melaksanakan pengamatan keliling.

Rangkuman

Sesuai dengan aturan 5 P2TL’72 yaitu tentang pengamatan, setiap kapal harus selalu menyelenggarakan pengamatan yang layak baik dengan penglihatan dan pendengaran maupun dengan semua sarana yang tersedia sesuai dengan keadaan dan suasana yang ada untuk dapat membuat penilaian yang lengkap tentang situasi dan bahaya tubrukan. Terdapat kondisi-kondisi khusus yang harus mendapat prioritas untuk dilaksanakannya pengamatan keliling yang lebih intensif yaitu bila berlayar di daerah yang padat lalu lintasnya, di dekat pantai, di alur pelayaran sempit, dan lain-lain. Beberapa alat yang biasa digunakan untuk mengadakan pengamatan keliling diantaranya teropong, kompas magnit, alat baring, radar, radio dan lain-lain.

PENERANGAN DAN SOSOK BENDA

Indikator keberhasilan :

Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat mampu menjelaskan tentang pengertian dan jenis-jenis dari penerangan dan sosok benda.

  1. Penerangan

    Penerangan yang dimaksud disini adalah lampu-lampu yang wajib diperlihatkan oleh sebuah kapal pada keadaan tertentu. Penerangan tersebut wajib diperlihatkan mulai dari matahari tenggelam sampai dengan matahari terbit dan boleh diperlihatkan pada saat matahari terbit sampai matahari tenggelam pada keadaan tertentu ( asap tebal, kabut, badai salju, hujan angin ).

    1. Jenis-jenis penerangan

    1. Penerangan Tiang adalah penerangan putih yang dipasang di atas sumbu muka belakang kapal yang menunjukkan cahaya yang tidak terputus – putus dengan busur cakrawala 225 derajat.

    untuk kapal yang :

    Panjang < 50 meter à satu buah pen. tiang.

    Panjang ≥ 50 meter à dua buah   pen. Tiang

    1. Penerangan Lambung adalah penerangan hijau dilambung kanan dan merah di lambung kiri yang menunjukkan cahaya yang tidak terputus – putus dengan busur cakrawala 112,5 derajat.

    Penerangan lambung :

             Kanan : hijau

             Kiri        : merah

    1. Penerangan Buritan adalah penerangan putih yang dipasang di buritan yang menunjukkan cahaya yang tidak terputus-putus meliputi busur cakrawala 135 derajat.

    Penerangan buritan +   Penerangan   tunda

           Buritan : putih

           Tunda            : kuning

    1. Penerangan tunda adalah penerangan berwarna kuning yang dipasang di buritan yang menunjukkan cahaya yang tidak terputus – putus meliputi busur cakrawala 135 derajat.

    2. Penerangan Keliling adalah penerangan yang menunjukkan cahaya yang tidak terputus – putus meliputi busur cakrawala 360 derajat ( warna merah, hijau, putih, atau kuning ).

    3. Penerangan Cerlang adalah penerangan yang mempunyai karakter 120 kedipan atau lebih setiap menitnya.

    Kapal yang sedang berlayar dan mempunyai laju terhadap air harus menyalakan penerangan tiang, penerangan lambung , dan

  2. Sosok benda

    Sosok Benda adalah sebuah bentuk tertentu berwarna hitam yang harus diperlihatkan oleh kapal jika dalam keadaan tertentu, mulai dari matahari terbit sampai dengan matahari terbenam. Jenis – jenisnya adalah bola – bola, kerucut, belah ketupat dan silinder

  3. Rangkuman

    Penerangan adalah lampu-lampu yang wajib diperlihatkan oleh sebuah kapal pada keadaan tertentu. Penerangan tersebut wajib diperlihatkan mulai dari matahari tenggelam sampai dengan matahari terbit. Jenis-jenis penerangan antara lain penerangan ; tiang, lambung, buritan, tunda, keliling dan cerlang.

    Sosok Benda adalah sebuah bentuk tertentu berwarna hitam yang harus diperlihatkan oleh kapal jika dalam keadaan tertentu, mulai dari matahari terbit sampai dengan matahari terbenam. Jenis – jenisnya adalah bola – bola, kerucut, belah ketupat dan silinder

ISYARAT BUNYI DAN CAHAYA

Indikator keberhasilan :

Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diklat mampu menjelaskan isyarat bunyi dan isyarat cahaya yang di perdengarkan diperdengarkan oleh kapal.

  1. Isyarat Bunyi

Isyarat Olah Gerak

Isyarat olah gerak adalah isyarat bunyi yang diperdengarkan saat kapal sedang berolah gerak (belok kanan, belok kiri, mundur, menyusul).

Kata “ suling “ berarti alat isyarat bunyi yang dapat menghasilkan tiupan-tiupan yang ditentukan dan yang memenuhi perincian-perincian didalam Lampiran III Peraturan-peraturan P2TL 1972.

Istilah “ tiup pendek “ berarti tiupan yang lamanya kira-kira satu detik

   Istilah “ tiup panjang “ berarti tiupan yang lamanya 4 sampai 6 detik.

Jika kapal tenaga sedang berlayar dalam keadaan saling melihat satu sama lain, isyarat yang diperdengarkan adalah :

  1. Satu tiup pendek ( ) artinya Saya sedang merubah haluan ke kanan.

  2. Dua tiup pendek ( · ) artinya Saya sedang merubah haluan ke kiri.

  3. Tiga tiup pendek ( · ·) artinya Mesin saya sedang bergerak mundur.

  4. Setiap kapal boleh menambah isyarat – isyarat suling di atas dengan isyarat – isyarat cahaya atau cerlang.

  5. Jika kapal dalam situasi penyusulan ( saling melihat di dalam alur pelayaran / air pelayaran sempit ).

  1. Kapal yang menyusul kapal lain

  • Dua tiup panjang, satu tiup pendek .   ( ___ ___ . )

Artinya Saya hendak menyusul melewati sisi kanan anda

  • Dua tiup panjang, dua tiup pendek .   ( ___ ___ . .)

Artinya Saya hendak menyusul melewati sisi kiri anda.

  1. Kapal yang disusul kapal lain

  • Apabila setuju segera membunyikan :

satu tiup panjang, satu tiup pendek, satu tiup panjang, satu tiup pendek. ( ___ . ___ . )

  • Apabila ragu-ragu segera membunyikan :

sekurang-kurangnya lima tiup pendek dengan cepat.

( · · · · ·)

Isyarat bunyi lain yang dipancarkan oleh kapal yang sedang di assist untuk tug boat pembantu (assist tug ).

  1. Ikatkan tali tug ( . __)

  2. Tarik atau dorong ke kekanan ( . )

  3. Tarik atau dorong kekiri ( . . )

  4. Tarik kedepan atau mulai memutar ( ___ )

  5. Tarik ke belakang ( … )

  6. Berhenti menarik atau mendorong ( .. .. )

  7. Lepas tali tug (___ . . . . ETC )

  8. Tug mengalami keadaan darurat ( . . . . . ___ )

  1. Isyarat Tampak Terbatas

Isyarat tampak terbatas adalah isyarat bunyi yang diperdengarkan saat kapal memasuki daerah tampak terbatas (daerah yang berkabut). Isyarat tampak terbatas sering disebut dengan istilah isyarat kabut. Sesuai dengan aturan P2TL 1972 setiap kapal yang berada di daerah tampak terbatas Setiap kapal harus berjalan dengan kecepatan aman yang disesuaikan dengan keadaan dan suasana penglihatan terbatas yang ada, kapal tenaga harus menyiapkan mesin-mesinnya untuk segera dapat berolah gerak, setiap kapal harus benar-benar memperhatikan keadaan dan suasana penglihatan terbatas yang ada. Berikut isyarat-isyarat yang diperdengarkan oleh masing-masing kapal saat memasuki daerah tampak terbatas sesuai dengan aturan 35 P2TL 1972 :

  1. Kapal tenaga sedang melaju :

       ( ___ ) Satu tiup panjang ( Selang waktu tidak lebih dari 2 menit ).

  1. Kapal tenaga sedang berlayar, tapi berhenti dan tidak melaju :

       ( ___ ___)      Dua tiup panjang berturut – turut ( Selang waktu tidak lebih dari 2 menit )

  1. Bagi,

  • Kapal terbatas berolah gerak,

  • Kapal tidak dapat berolah gerak,

  • Kapal terkekang saratnya,

  • Kapal layar,

  • Kapal sedang menangkap ikan,

  • Kapal sedang menunda atau mendorong kapal lain :

       ( ___ · ·) Satu tiup panjang dua tiup pendek ( Selang waktu tidak lebih dari 2 menit )

  1. Kapal yang ditunda yang paling belakang jika diawaki :

       ( ___ · · ·) Satu tiup panjang, tiga tiup pendek ( Selang waktu tidak lebih dari 2 menit )

  1. Kapal yang sedang berlabuh jangkar :

  • Kapal panjang kurang dari 100 m :

Memukul genta / bel dengan cepat selama kira-kira 5 detik                       ( Selang waktu tidak lebih dari 1 menit ).

  • Kapal panjang lebih dari 100 m :

  1. Memukul genta / bel dengan cepat selama kira-kira 5 detik di bagian depan kapal, diikuti dengan :

  2. Membunyikan gong dengan cepat selama kira-kira 5 detik di buritan.

Jika terlihat / mendengar ada kapal lain mendekat, boleh membunyikan :

Satu tiup pendek, satu tiup panjang, satu tiup pendek ( . ___)

  1. Artinya Kapal saya tidak melaju, anda dapat melewati saya dengan hati – hati .

Isyarat Cahaya

  1. Isyarat-isyarat cahaya ini harus mempunyai arti berikut :

  • Satu kedip untuk menyatakan “ Saya sedang mengubah haluan saya kekanan “ ;

  • Dua kedip untuk menyatakan “ Saya sedang mengubah haluan saya kekiri “ ;

  • Tiga kedip untuk menyatakan “ Saya sedang menjalankan mundur mesin penggerak “ ;

  1. Lamanya masing-masing kedip harus kira-kira satu detik, selang waktu antara kedip-kedip itu harus kira-kira satu detik, serta selang waktu antara isyarat-isyarat beruntun tidak boleh kurang dari 20 detik ;

  2. Penerangan yang digunakan untuk isyarat ini jika dipasang, harus penerangan putih keliling, dapat kelihatan dari jarak minimum 5 mil dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan Lampiran I (Satu) P2TL 1972.

Rangkuman

Isyarat olah gerak adalah isyarat bunyi yang diperdengarkan saat kapal sedang berolah gerak (belok kanan, belok kiri, mundur, menyusul). Isyarat tampak terbatas adalah isyarat bunyi yang diperdengarkan saat kapal memasuki daerah tampak terbatas (daerah yang berkabut). Isyarat tampak terbatas sering disebut dengan istilah isyarat kabut. Isyarat cahaya adalah sebuah isyarat dari cahaya yang lamanya masing-masing kedip harus kira-kira satu detik, selang waktu antara kedip-kedip itu harus kira-kira satu detik, serta selang waktu antara isyarat-isyarat beruntun tidak boleh kurang dari 20 detik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: