Marine Inside

Beranda » Uncategorized » Pencemaran laut oleh kapal – Tips untuk mengurangi dan menggunakan kembali sampah di laut

Pencemaran laut oleh kapal – Tips untuk mengurangi dan menggunakan kembali sampah di laut

Ini adalah fakta yang terjadi di laut bahwa industri maritim menghasilkan ribuan ton sampah yang dibuang kelaut setiap harinya sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan laut yang sangat parah.

Industri perkapalan yang sepenuhnya bertanggung jawab atas laut dan pengangkutan barang dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya, merupakan salah satu sumber yang potensial yang menyebabkan pencemaran laut. Dengan lebih dari 75% air yang mencakupi planet kita maka industri kelautan mengalami pertumbuhan dari hari ke harinya. Dengan perkembangan industri yang sangat cepat menyebatkan ekosistem di laut menjadi terganggu. Hal ini telah diangkat menjadi isu dunia yang sudah sangat memprihatinkan seperti orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja membuang limbah industri ke laut dan dampak dari pencemaran lingkungan laut. Limbah kelautan dan sampah telah dinyatakan oleh berbagai peneliti sebagai penyumbang terbesar dalam pencemaran lingkungan laut dunia.

Untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh industri perkapalan agar selalu taat terhadap hukum dan peraturan internasional, dibentuklah badan-badan pengawas seperti Komite Perlindungan Lingkungan Laut / Marine Environmental Protection Committee   (MEPC) atau badan sejenis lainnya. Kelompok – kelompok ini memiliki peranan yang sangat penting dalam pengendalian limbah yang dihasilkan oleh industri maritim. Dengan diterapkannya Hong Kong International Convention for the Safe and Environmentally Sound Recycling of Ships in May 2009, diamati telah terjadi perubahan yang signifikan dalam hal pengelolaan dan pendaur ulangan sampah yang berada diatas kapal.

Konvensi International Maritime Organization (IMO) seperti AMRPOL Annex 5 – Sampah dari kapal dan pedoman pengelolaan sampah di kapal laut yang di terapkan dengan membuat metode “Rencana Pengelolaan Sampah di kapal” terbukti telah mampu mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan laut. Hal yang tak kalah pentingnya adalah harus adanya kerja sama dari berbagai pihak sehingga manajemen pengelolaan sampah dari kapal ini bisa terlaksana dengan baik sehingga pencemaran lingkungan laut sedikit demi sedikit bisa berkurang.

Tips untuk mengurangi sampah di kapal sehingga dapat mengurang pencemaran lingkungan laut. 

Limbah dan sampah yang ada diatas kapal yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan laut diantaranya plastik, sisa-sisa muatan, bahan kain, sisa makanan, kertas, sisa cat, detergent, bahan kimia,sisa pencucian tanki dll. Penangan yang tepat terhdap limbah-limbah seperti diatas sangat di perlukan sehingga dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan laut. Upaya yang maksimal harus diterapkan diatas kapal serta harus dijadikan peraturan perusahaan pelayaran sehingga manajemen pengelolaan sampah ini bisa berjalan dengan baik, diharapkan semua kru yang berada diatas kapal memiliki peran yang aktif dalam hal pengelolaan sampah disamping itu juga  diharapkan semua kru bisa  melakukan pengoperasian kapal secara efektif sehingga dapat   mengurangi produksi sampah yang berasal dari kapal. Berikut peran serta yang harus dilakukan oleh semua pihak sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan laut ;

  • Semua operator kelautan harus berperan aktif dalam hal penyediaan sarana dan prasarana untuk pengelolaan dan pemisahan sampah untuk masing – masing kategori seperti plastik, batere, sisa makanan, sisa pemuatan dll. Perusahaan pelayaran juga harus benar-benar menerapkan tentang  peraturan- peraturan yang tercantum di dalam MARPOL. Prosedur penangan sampah ini harus dijadikan prosedur manual sebuah perusahaan pelayaran.
  • Limbah seperti plastik, logam, kaca, baterai, limbah medis, kain berminyak, lumpur, limbah minyak, dll  yang tidak dapat dibuang di laut harus dibakar atau dikirim fasilitas pengolahan sampah yang berada di darat.
  • Mesin pengompres / Compactor harus digunakan secara efektif untuk mengurangi volume terutama plastik dan bahan limbah lainnya yang dapat dikompresi.
  • Sampah makanan harus dihaluskan sebelum dibung kelauat. 
  • Teknik-teknik terbaru untuk memisahkan kaca merkuri dan logam harus diterapkan diatas kapal
  • Jika memungkinkan, mengurangi produksi limbah minyak dan sludge. Diperlukan penggunaan bahan bakar yang bersih sehingga tidak hanya mengurangi produksi limbah minyak tetapi juga ramah lingkungan. disampaing itu, penggunaan OWS diatas kapal harus secara maksimal.

Tips untuk daur ulang sampah di atas kapal

Pendaurulangan limbah dan sampah diatas kapal adalah suatu konsep baru untuk mengurangi terjadinya pencemaran laut  yang diterapkan diatas kapal terutama diatas kapal pesiar dimana produksi limbahnya empat kali lipat dibandingkan dengan kapal konvensional atau kapal niaga lainnya. langkah- langkah yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pencemaran laut di kapal pesiar tetapi juga bisa diterapkan dikapal niaga lainnya adalah:

  • Pemilik kapal dan operator kelautan harus mempersiapkan sarana dalam pengelolaan sampah serta memastikan prosedur pengelolaan sampah ini berjalan dengan baik diatas kapal.
  • Memaksimalkan penggunaan kertas bekas yang masih layak untuk pembuatan dokumen sehari hari
  • Mesin pengompres atau Compactor harus digunakan untuk menghancurkan bahan tebal seperti plastik, kertas, kaleng logam, dll Bahan tersebut harus diletakkan di tempat sampah daur ulang atau kontainer.
  • Barang-barang seperti komputer, televisi, kotak musik, dll yang tidak lagi diperlukan atau digunakan di kapal harus diberikan atau dikirim kedarat. 
  • Limbah minyak atau yang berbahan dasar minyak dapat digunakan sebagai pelumas alternatif atau sebagai pembersih noda yang sulit yang hanya dapat dihilangkan dengan minyak.
  • Kantong plastik yang selama ini digunakan diatas kapal harus diganti dengan kantong yang berbahan dasar kertas yang larut didalam air sehingga dapat digunakan untuk membuang sisa makanan kelaut. Kantong plastik merupakan salah satu sumber terjadinya pencemaran laut.
  • Yang tidak kalah pentingnya adalah memahami tentang efek yang berkaitan dengan emisi udara yang disebabkan oleh jumlah penggunaan energi. Memaksimalkan penggunaan lampu yang membutuhkan energi yang lebih rendah.
  • Limbah batere yang sudah tidak terpakai harus dibuang kedarat.

Pada akhirnya diperlukan peran aktif dari masing masing pihak baik regulator maupun operator perusahaan pelayaran untuk dapat menerapkan manajemen pengelolaan sampah dilaksanakan dengan baik. Manajemen perusahaan harus berinteraksi dengan semua kru yang ada diatas kapal untuk mengurangi terjadinya pencemaranlaut dengan jalan memberikan motivasi dan pembelajaran bagi mereka untuk mencintai dan menghargai lingkungan laut dengan cara pemberian training cara penyimpanan dan pemisahan sampah yang benar. Sehingga ekosistem laut dapat terjaga dengan baik (Dro)

Sources : Marineinsight

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: