Marine Inside

Beranda » Uncategorized » Anak BODONG jangan pakai uang Koin.

Anak BODONG jangan pakai uang Koin.

Alhamdulillah dan puji syukur tak henti-hentinya saya panjatkan atas segala limpahan rahmat dari Alloh Swt atas kelahiran putra perta kami. Hari – hari saya dan istri sangat bahagia walaupun setiap malam harus begadang karena bayi kami sering menangis dan terbangun setiap malam untuk mengganti popok ataupun untuk memberikan Asi kepada buah hati tercinta kami.

Setelah lebih kurang dua minggu berada di rumah, bayi kami mengalami puput pusar. Pada saat itu saya sedang dikantor dan diberitahu istri “pa chico sekarang pusernya sudah puput loch”. Lalu saya menyahut “Alhamdulillah kalau begitu”. Setelah masa cuti hamil dan melahirkan istri habis, maka waktunya untuk kembali beraktifitas dikantor. Istri saya kebetulan bekerja disalah satu Bank Syariah di kota cirebon, maka kamipun memboyong bayi kami ke kota udang tersebut. Pada saat minggu-minggu pertama berada di kota cirebon seperti biasa bayi kami sering menangis karena hanya itulah yang bisa dilakukan oleh seorang bayi menangis dan menangis he he he tapi di saat bayi kami menagis terutama pada saat dia menangis dengan begitu hebatnya saya melihat ada sedikit keanehan pada puser putera kami. Puser putera kami terlihat membengkak dan seperti mau keluar dan pada umumnya dikenal dengan istilah puser BODONG.

Puser bodong atau dalam dunia kesehatan dikenal denga ‘Hernia umbilikais’ (umbilical hernia) merupakan kondisi dimana usus menjorok lewat bukaan pada otot perut sehingga pusar tampak menonjol keluar. Kondisi ini sering ditemukan pada bayi tetapi bisa juga mempengaruhi orang dewasa. Bodong pada anak-anak biasanya tidak sakit atau berbahaya namun bodong yang muncul pada orang dewasa dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman. Umumnya bodong pada anak-anak akan hilang saat berusia sekitar 2 tahun. Jika diameternya lebih kecil dari 5 mm, bodong itu akan menutup sendiri pada usia kurang dari 2 tahun. Bodong berdiameter 5-15 mm biasanya menutup sebelum berusia 4 tahun dan jika diameternya lebih kecil dari 2 cm masih mungkin menutup pada usia 6 tahun.

Pada suatu saat putra kami menangis dengan hebatnya, saya melihat pusernya seperti mau keluar dan tentunya saya sangat panik melihat melihat keadaan tersebut. Lalu saya bilang ke istri ayo kita bawa kedokter sekarang juga, saya langsung bergegas mengeluarkan kendaraan untuk pergi kedokter di wilayah kota cirebon. Saya dan istri mendapat informasi bahwasannya di dekat rumah kami, ada dokter anak yang masih buka, maka kamipun memutuskan untuk membawa putera kami kesana. Sesampainya kami di tempat praktek di dokter yang disarankan oleh teman, dokterpun langsung mananyakan tentang penyakit putera kami dan yang paling tidak bisa saya terima bahwa setelah melihat puser putera kami dokter malah mengatakan”tidak apa-apa ini tinggal di tutup dengan koin saja nanti dia akan sembuh sendiri”. dan diapun langsung menuliskan resep untuk ditebus di apotek. Setelah keluar dari tempat praktek dokter tersebut tanpa bermaksud menghina dia saya katakan dengan istri saya tidak puas dengan dokter yang tadi dan resepnya tidak usah kita tebus karena saya kasian anak baru berumur satu bulan sudah harus mengkonsumsi obat-obatan kimia. Dalam perjalanan pulang ke rumah saya katakan dengan istri saya besok atau lusa kita coba untuk mencari dokter yang lain.

Pada keesokan harinya saya dan istri memutuskan untuk pergi ke salah satu Rumah Sakit yang tidak jauh dari alun-alun kota cirebon. Setelah mendaftar dibagian pendaftaran kamipun menunggu giliran. Tidak berapa lama nama anak kamipun dipanggil untuk masuk keruangan praktek dokter xxx didalam biasa ditanyakan ada keluhan apa dan lain-lain. Setelah mendengar keluhan dari kami, dokter xxx langsung melihat keadaan kondisi puser bayi kami dan dia mengatakan “bapak ibu tidak usah khwatir dengan keadaan puteranya, ini memang banyak terjadi pada anak kecil dan dikenal dengan istilah  Hernia Umbilikais atau bodong. Saya sering memdapatkan pasien seperti putera bapak dan ibu dan Alhamdulillah bisa sembuh tanpa operasi.” Dokter yang mengobati putera kamipun langsung mengajarkan cara untuk mengobati puser bodong, ibu nanti setelah pulang dari RS membeli Plester seperti double tape yang agak lebar kemudian setiap puteranya habis mandi pada pagi dan sore hari, ibu lakukan penekan pada puser bodong puteranya dengan menjepit pusernya bagian atas,bawah, kiri, kanan dengan kedua  tangan/jari-jari ibu dijadikan satu, hal ini bertujuan agar pusernya masuk kedalam. Setelah pusernya masuk, plesterlah puser putera ibu dari kiri dan kanan sebanyak dua kali sejajar dalam arah yang melintang, kemudian lakukan juga dengan arah yang vertikal. Hal ini harus dilakukan secara rutin setiap hari insya Alloh pusernya akan sembuh tanpa operasi.

Setelah mengikuti petunjuk yang disampaikan oleh dokter dirumah sakit dan menjalaninya selama beberapa minggu dan Alhamdulillah puser bodong putera kami berangsur-angsur membaik dan mengalami pengecilan dari hari ke hari. Setelah dua bulan dari konsultasi kedokter tersebut Alhamdulillah pusernya sembuh total tanpa operasi. Kesimpulannya bagi bapak/ibu yang memiliki putera/puteri yang pusernya bodong JANGAN GUNAKAN KOIN untuk menutup pusernya karena itu tidak akan merubah apa-apa karena koin sifatnya hanya menutupi bagian luarnya sedangkan pada saat bayi menangis dengan kencang pusernya akan terdorong keluar dari sekitar koin tadi. Sedangkan kalau menggunakan plester secara langsung walaupun bayi menangis dengan hebatnya pusernya memang terdorong keluar tapi tidak sebesar dengan menggunakan koin dan puser bagian dalamnya akan menutup secara perlahan dari hari ke hari.

Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi saya dan istri. (David Ricardo dan Vironica Nurani serta Putera pertama kami Chico Malik Alvaro).


27 Komentar

  1. lia mengatakan:

    Pake plester merk ƏƿƏ,trs pake kain kasa ƍɑ̈,ƏƿƏ tdk menyebabkan iritasi?

    • Marineinside mengatakan:

      Dear Lia

      Terimakasih atas kunjungannya di Blog saya, Mengenai plester yang di pakai maaf saya lupa merknya tapi waktu itu saya dan istri belinya di apotik dan memang plester yang biasa di gunakan oleh tenaga medis untuk memplester luka. Sesuai pengalaman pribadi saya dan istri Alhamdulillah tidak mengalami iritasi dan usahakan waktu membuka plesternya pada saat anak sedang dimandikan pada sore hari, sehingga plesternya dalam keadaan basah. Setelah selesai mandi kemudian gantilah dengan plester yang baru. Demikian penjelasan singkat sesuai dengan pengalaman pribadi keluarga kami. Trims

  2. Dede NW mengatakan:

    Terima kasih share pengalamannya, cukup memberi pencerahan. Bayi saya juga mengalami pusar bodong, baru berusia 1bln lebih. Sempat bingung & khawatir mengatasinya. Dipertemukan dgn blog Anda saat saya search solusinya. Boleh tau plesternya yg seperti apa ya? Apakah seperti hansaplast,yg lapisan luarnya warna coklat? Saat ke apotek,bilangnya beli plester apa?

    • Marineinside mengatakan:

      Assalamualaikum,

      Dear dede, terimakasih sudah mampir di blog saya. untuk merk plesternya saya lupa dan seingat saya hanya berwarna putih. Pada dasarnya sich menggunakan handsplas juga tidak menjadi masalah karena fungsinya hanya sebagai perekat dan penahan terutama jika anak sedang nangis kencang pusernya tidak terdorong keluar. kira-kira demikian penjelasan dari saya, semoga anaknya lekas sembuh. aamiin

  3. ra mengatakan:

    Anaknya usia berapa waktu mulai diplester?
    Makasih

    • Marineinside mengatakan:

      Dear Ra,

      Seingat saya anak kami waktu itu mengalami puser bodong kira-kira sejak berumur 2 (dua) bulan, karena kejadiannya setelah istri saya kembali masuk kantor setelah cuti melahirkannya habis.Demikian penjelasan singkatnya

  4. Mita mengatakan:

    Info yang sangat bermanfaat, sy berasa dpt sedikit penenang krn anak sy usia skrg 14bln pusernya bodong, pdhl saat bayi gak bodong. Yg mau sy tanyakan adlh, bdsrkan pengalaman anda, penggunaan plester pd anak brp lama?

    • Marineinside mengatakan:

      Dear Mita,

      Terimakasih sudah mampir di Blog saya, sesuai pengalaman dengan putera kami penggunaan pelster selama 2 minggu saja sudah terlihat secara jelas ada perubahan terhadapa puser anak kami. Menurut hemat saya kalau mba mita masih melihat puser anaknya belum menutup secara sempurna, alangkah baiknya tetap masih menggunakan plester dan insya alloh puser anaknya bisa sembuh tanpa operasi. Demikian penjelasan singkat dari saya.

  5. Wahyuni Eka Suprapti mengatakan:

    Terimakasih atas informasinya, sangat membantu sekali.. Kebetulan saat ini anak saya (bayi berusia 2 bulan) mengalami puser bodong, sempat bingung harus bagaimana..

  6. septi mengatakan:

    Infony sangat bermanfaat sekali, saya mau tnya cra mlesterny gmna ݪªª?kok saya sulit byanginyaz?lok boleh minta gambarnya cara mlesternya?terima kasih

    • Marineinside mengatakan:

      Mba septi, terimakasih sudah mampir diblog saya, cara memplesternya kalau bisa dilakukan oleh dua orang mba, satu orang memegang atau menjepit puser anaknya dengan jari dan satu orang lagi bertugas memplesternya, kalau bisa memplesternya dengan cara disilang, hal ini bertujuan agar pada saat anak nangis pusernya tidak terdorong keluar. kira-kira demikian.

  7. asram mengatakan:

    Terimakasih pak untuk infonya sangat bermanfaat sekali,putri sy skrg sudah satu bulan lebih tp pusernya masih bodong,bingung tdk tahu harus berbuat apa,tp setelah baca blog Bp jadi ada pencerahan,terimakasih ya pak

    • Marineinside mengatakan:

      Terimakasih, Pak asram sudah sudi mampir di blog saya, semoga anaknya lekas sembuh. Anak saya alhamdulillah sudah sembuh Pak, seperti gak pernah bodong.

      • ade irma mengatakan:

        Selamat pagi pak,senang membaca blog nya,karena anak saya sdh 2 bln pusarnya belum kering dan masih menonjol walaupun tonjolannya tidak besar. yg mau saya tykan , biasanya setelah pupus tali pusar , kebanyakan tidak lama selang dua tiga hari tengah pusar langsung kering dan otomatic pusar mengecil, apakah tengah tali pusar anak bapak juga belum kering saat itu?

      • Marineinside mengatakan:

        Waduh saya sedikit lupa ya bu… karena sekarang anaknya sudah mau 5 tahun he he. Seingat saya sich demikian bu

  8. Maria mengatakan:

    Infonya sangat bermanfaat sekali..putri saya sudah 2 bln msh bodong pusernya,seperti ibu2 yg lain kebinggungan mau berbuat apa.yg saya tanyakan apakah penjepitan yg anda maksud adalah kanan kiri atas dan bawahnya di dekatkan yaa..makasih pak sebelumnya

    • Marineinside mengatakan:

      Makasih udah mampir bu

      Penjepitan di sini maksudnya.,. Puser anak yang keluar itu si masukin dulu ke dalam baru di plester. Jadi jika anak nangis kejerr pusernya tidak terdorong keluar..kira kira demikian

  9. Tia mengatakan:

    Waktu dikasih plester, pusar anaknya sudah kering atau masih basah keadaan pusarnya pak?

  10. juju mengatakan:

    Asslamualaikum..Maf mau nannya dokter anak yang bagus di daerah ceribon siapa ya?? Dan tempat prakteknya dmna???

  11. vie mengatakan:

    Anak saya jg bodong usia 1 bulan lebih..dan pas k dokter d sarankan yg sama..sblmnya msh pakai koin dan gurita tp anak usia sgtu sdh tdk blh pakai gurita..jd pakai plester yg putih utk nutup pusernya yg bodong..smga cpt kembali normal pusernya..aamiin

  12. Sofiyanti mengatakan:

    Bersyukur mampir di blog ini. Putri saya pusarnya bodong sejak lahir skrg sudah 1 bulan lebih usianya. Smpt mau pake koin juga seh. Untunglah ketemu blog ini pas lg search solusi utk pusat bodong. Ohy mash bingung cara memegang pusarnya wktu plester. Nekan bagian kiri kanan atas itu gimana. Mkasih sbelumnya

    • Marineinside mengatakan:

      Maaf baru sempat balas bu… saya menjelaskannya agak susah yaa he he.intinya sebelum di plester pusernya di masukin dulu bu baru di plester karena hal tersebut akan mempercepat proses penutupan puser bagian dalam. Jadi kalau di masukin dan di plester,jika anak nangis kejer tidak terdorong keluar. Kira kira demikian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: